swopdoc logo
Admin area
Email:
Password:
Create account
Forgot your password?

UGM Yogyakarta

Review1.400 Words / ~ pages Review Buku Dialektologi A. Pendahuluan Salah satu mata kuliah pada program Master Linguistik di Universitas Gadjah Mada adalah Dialektologi. Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Inyo Yos Fernandez. Dialektologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang dialek, ilmu yang mengkaji variasi bahasa dengan memperlakukan perbedaan tersebut secara utuh. Ada dua buku yang cukup penting untuk memahami dialektologi. Kedua buku tersebut adalah buku karangan Ayatrohaedi, Dialektologi Sebuah Pengantar, dan Dialectology, ditulis oleh J.K. Chambers dan Peter Trudgill. B. Review Buku 1. Dialektologi Sebuah Pengantar Buku ini ditulis oleh Ayatrohaedi dan diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Ayatrohaediad­alah seorang sastrawan yang banyak menghasilkan karya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.…[show more]
Notes1.601 Words / ~7 pages Pemilihan Materi Pembelajaran Krashen 1. Pemilihan Materi Pembelajaran. 1 1.1. Aturan atau peran faktor-faktor eksternal 1 1.2. Pemilihan tipe materi bahasa. 2 1.3. Pemilihan bentuk bahasa: yang mana dan berapa banyak?. 2 2. Gradasi isi rangkaian pelajaran. 3 2.1. Peran faktor eksternal 4 2.2. Beberapa Tipe Gradasi 4 2.3. Kriteria-Krit­eriaG­rada­si 6 2.4. Diferensiasi 6 2.5. Instruksi terprogram (Programmed Instruction (PI)). 7 1. Pemilihan Materi Pembelajaran Dalam pembelajaran di dunia pendidikan, perlu adanya penggunaan waktu secara efektif, mengingat waktu pembelajaran di sekolah sangat terbatas, terutama pembelajaran bahasa asing. Oleh karena itu, hal yang harus dilakukan adalah mengikuti objective atau tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Hal itu didasari karena pemilihan bahan pembelajaran…[show more]
Homework3.814 Words / ~16 pages Sapo-sapo ngen ken ikuik nonton pacu? “Siapa saja yang akan ikut menonton Pertandingan? Deen, Ari, Joni dengan Iwan “Aku, Ari, Joni, dan Iwan” Pada data di atas, konstituen tanya sapo-sapo digunakan untuk menanyakan atau mengidentifik­asi siapa saja yang ikut ke pertandingan. j. Kalimat Tanya Informatif Objektif Kalimat tanya informatif objektif dalam hal ini adalah kalimat yang menanyakan bagian kalimat yang berperan sebagai objek, biasanya ditandai dengan kata tanya apo dan siapo. Apo ditanyakan untuk menanyakan sasaran tindakan yang berupa nomina non insani, sedangkan siapo untuk nomina insani, misalnya dalam data berikut ini. Siapo ngen dilando dek Andi ru? “Siapa yang ditabrak oleh Andi itu? Ngen dilando dek Andi tu, Budi “yang ditabrak oleh Andi itu, Budi. Pada data di atas, penanya…[show more]
Report3.132 Words / ~15 pages LANGKAH-LANGK­AH KERJA PENYUSUNAN KAMUS 1. PENDAHULUAN 1 2. TAHAP PERSIAPAN 2 3. TAHAP PELAKSANAAN 5 3.1. Pengumpulan Bahan atau Data dan Pembatasan Referensi 5 3.2. Menentukan urutan kata dalam kamus. 7 3.3. Penyusunan Kriteria. 10 3.4. Urutan penulisan. 11 3.5. Pendahuluan dan Appendix. 11 4. KESIMPULAN 14 5. REFERENSI 15 1. PENDAHULUAN Setiap kali kita mendengar tentang kata kamus, terbayang oleh pikiran kita tentang sebuah buku yang relatif tebal dan isinya pastilah tentang kata-kata yang ada dalam suatu bahasa tertentu kemudian diterjemahkan kedalam bahasa yang lain, misalnya dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya. Namun seiring dengan perkembangan ilmu perkamusan atau leksikologi, konsep tentang kamus juga ikut berkembang; bukan hanya berisi terjemahan suatu bahasa tertentu, namun…[show more]
Term paper3.822 Words / ~16 pages HIPONIM VERBA GERAK KAKI “MLAKU” DAN “MLAYU” DALAM BAHASA JAWA SENTRAL A. Latar Belakang Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang paling banyak pemakainya. Sebagai bahasa yang masih hidup di kalangan masyarakat dan masih dipergunakan sampai saat ini, bahasa Jawa perlu dipelihara dan dikembangkan sebagaimana mestinya. Pemeliharaan dan pengembangan yang baik adalah melalui pengajaran maupun penelitian tentang bahasa tersebut. Penelitian bahasa Jawa yang sempurna dapat dicapai apabila dilakukan secara menyeluruh, serta meliputi seluruh aspek kebahasaan. Akan tetapi, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit. Karena keterbatasan hal tersebut, maka penelitian ini memilih aspek yang dipandang perlu untuk diteliti. Sehingga, banyak manfaat…[show more]
Term paper3.318 Words / ~20 pages ANALISIS MORFOSINTAKSI­S PREFIKS PASIF KALIMAT TUNGGAL BAHASA JAWA BANYUMAS A. Pendahuluan Bahasa merupakan alat komunikasi yang esensial dalam kehidupan bermasyarakat­. Bahasa itu sendiri menurut Chaer (2007: 32) merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi­, dan mengidentifik­asika­n diri. Senada tapi sedikit berbeda diterangkan oleh Alwi (2005: 88) bahwa Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifik­asika­n diri. Oleh karena iu, tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai bahasa, karena melalui bahasa manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya sehingga memungkinkan terjadinya interaksi sosial. Linguistik…[show more]
Term paper3.812 Words / ~15 pages TINDAK TUTUR KOMISIF BAHASA JAWA BANYUMAS PADA DIALOG PENDEK ACARA KARTUN BANYUMASAN DI BANYUMAS TV A. Pendahuluan Ekspresi dalam wujud tindakan berbahasa/ber­bicar­a atau mengeluarkan ujaran (apakah ujaran berupa kalimat, frasa, klausa atau kata) dianggap sebagai suatu tindakan. Tindakan itu dapat disebut tindakan berbicara, tindakan berujar atau tindak bertutur. Istilah yang lazim dipakai untuk mengacu tindakan itu ialah tindak tutur. Tindak tutur adalah tindakan bertutur untuk menyampaikan maksud ujaran atau tuturan kepada mitra tutur. Oleh karena itu, penggunaan bahasa di dalam masyarakat dapat dilihat adanya pemanfaatan bentuk tindak tutur untuk menyampaikan informasi Secara umum bahasa memiliki ciri-ciri universal dan kekhasan masing-masing­. Bahasa Jawa Banyumas juga mempunyai kekhasan dalam…[show more]
Term paper3.233 Words / ~16 pages PROTOTIPE KATA CANGGIH BENDA SERTA HUBUNGANNYA DENGAN BAHASA DAN BUDAYA A. Pendahuluan Manusia tidak pernah lepas dari keinginannya untuk terus maju dan mencipta hal yang baru. Proses penciptaan inilah yang nantinya akan membangun dan memajukan kesejahteraan umat manusia itu sendiri. Selain itu, penciptaan hal yang baru ini sangat erat kaitannya dengan sains yang kemudian akan memunculkan peradaban manusia yang lebih maju. Sains itu sendiri menurut Sardar (1987: 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987: 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahanka­n struktur-stru­ktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-keb­utuha­n intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains…[show more]
Term paper2.547 Words / ~11 pages D. Kesimpulan Begalan merupakan tradisi kebuayaan Banyumas Jawa Tengah yang pelaksanaanya dilakuakan pada upacara pernikahan putra sulung atau bungsu. Pada dasarnya Tari Begalan adalah tarian rakyat yang menggunakan peralatan – peralatan (Properti) yang memiliki makna simbolis yang berguna bagi kehidupan masyarakat pendukungnya. Dialog dengan gaya jenaka ditampilkan dalam pertunjukan seni untuk rakyat yang berfungsi untuk menghibur. Kostum atau tata pakaian dan riasannya juga sederhana karena begalan termasuk bentuk kesenian rakyat yang bersifat sederhana. Seni tutur Begalan ini mengandung unsur tatanan, tuntunan, dan tontonan yang diyakini dan dipercaya oleh masyarakat Banyumas. Yang dimaksud dengan seni begalan sebagai tatanan adalah norma-norma/ adat yang berlaku di daerah tersebut. Tuntunan…[show more]
Review1.111 Words / ~7 pages Dialek Bangka, hal. 35-55 Inhaltsverzei­chnis Kacung. 1 Gunungmuda. 3 Sungailiat 4 Mentok, Belinyu, Gadung. 4 Kacung 1. *a > ɛ - Jika didahului konsonan hambat bersuara dalam suku kata yang sama dan dalam suku kata berikutnya yang tertutup dan konsonan akhirnya bukan *t atau *N Contoh: *lidah > lidɛ - Jika konsonan hambat bersuara diganti oleh nasal berkat proses morfofonemik atau kalau konsonan hambat bersuara hilang oleh karena suku kata antepenultima hilang. Konsonan prefiks *ber-/be- juga menyebabkan munculnya eu sebagai refleks *a Contoh: *N-belah > malɛ 2. *a > iᵊ Muncul sebelum *t pada akhir kata dan kalau didahului oleh konsonan hambat bersuara dalam lingkungan yang dipeirikan di bawah l di atas ini. Contoh: *berat > bəriᵊt 3. *a >ɛ ͮ sebelum *N pada posisi akhir, kalau ada konsonan hambat bersuara di dalam etimon.…[show more]
Essay2.973 Words / ~16 pages REALITAS ILMU I. DEFINISI ILMU Ilmu (science) berasal dari bahasa Latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui. Selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik yang dalam bahasa Jermannya wissenchaft. Menurut Liang Gie, ilmu adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan pengetahuan sisematis yang menjelaskan berbagai segala yang ingin dimegerti manusia. ILMU Gambar 1: Pengertian ilmu sebagai kesatuan dan interaksi Sehingga ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, aktivitas itu harus dilaksanakan dengan metode tertentu, dan akhirnya aktivitas metodis itu mendatangkan…[show more]






Legal info - Data privacy - Contact - Terms-Authors - Terms-Customers -
Swap+your+documents